Rabu, 12 Desember 2012

Estetika Dalam Seni Tari


Sesuatu hal yang terpenting dalam memahami karya tari adalah keindahan. Indah adalah suatu nilai dari seni. Tari sebagai suatu karya seni memiliki nilai yang disebut dengan "indah". Indah dalam seni adalah merupakan suatu nilai. Nilai merupakan sesuatu yang ada pada suatu benda yang dapat memuaskan keinginan manusia didalam karya tari. Istilah nilai dipakai untuk memberikan arti harga atau kebikan suatu benda.

Apa itu "estetika"? Estetika diartikan indah. Pada awalnya estetika mencakup seluruh nilai seperti nilai seni, alam, moral, dan intelektual. Perkembangan berikutnya, definisi estetika (keindahan) adalah kesatuan dari hubungan bentuk yang terdapat diantara kesadaran kita.

Berikut adalah teori-teori menyangkut estetika.
1) Teori subyektif, dimana ciri yang menciptakan keindahan pada suatu benda sesungguhnya tidak ada,    yang ada hanyalah tanggapan perasaan dalam diri seseorang yang mengamati.
2) Teori obyektif, yang berpendapat bahwa ciri atau sesuatu yang menciptakan keindahan merupakan sifat yang telah ada pada benda yang bersangkutan.
3) Teori campuran, yaitu campuran antara subjektivisme dan objektivisme.
4) Teori perimbangan keindahan, yaitu suatu benda tercipta dari ukuran, jumlah, dan susunan yang mempunyai perimbangan tertentu.
5) Teori proporsi, yaitu dengan melihat keindahan tercipta dari tidak adanya keteraturan yang tersusun dari daya hidup, penggambaran, kelimpahan, dan pengungkapan perasaan.

Dengan demikian, estetika bukan bagian dari kualitas atau peristiwa, tapi bagaimana cara kita menangkapnya. keindahan tersebut karena mengacu pada selera. Estetika tari dapat diamati melalui wirama (irama), wiraga (keterampilan gerak), wirasa (rasa), serta unsur-unsur yang mendukungnya seperti musik.

Hal yang perlu dipahami dalam mengamati karya tari adalah adanya faktor subjektif dan objektif. Benda itu sangat estetis (indah) karena adanya sifat yang melekat pada benda indah, dan tidak terkait dengan orang yang mengamati. Selain itu juga dikatakan bahwa munculnya keindahan itu karena adanya tanggapan perasaan dari pengamat. Jadi, keindahan itu ada karena proses hubungan antara benda (karya tari) dan alam pikiran orang yang mengamati.

Pengamatan kemampuan visual akan membuahkan persepsi yang berbeda-beda. Kemampuan kognitif (intelektual) juga berpengaruh terhadap persepsi imajinasi demikian juga psikis. Ketiga hal ini akan menentukkan subjektivitas dan objektivitas pengamat di dalam mencermati karya tari. Pengamatan tidak hanya mengandalkan kemampuan berimajinasi saja tetapi juga keluasan pengetahuan intelektual dan estetis yang dimilik seseorang dan dalam keadaan yang bagaimana kejiwaan seseorang. Apabila pengamatan karya tari didominasi oleh salah sati aspek saja maka hasil analisis menjadi subjektif. Oleh karena itu pengamatan yang baik memerlukan kesiapan fisik, psikis, dan intelektual yang berjalan bersama-sama. Dengan kata lain mengamati karya tari membutuhkan bekal pengalaman estetis dan pengetahuan intelektual,

Pengalaman estetis dapat diperoleh melalui kesinambungan didalam melihat pementasan karya tari dan belajar menari. Sedangkan, pengalaman intelektual akan terasa melalui kegiatan membaca dan diskusi serta hasil pengamatan karya tari yang estetis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar